"Walet" Manuq-manuq dewata
di kolong langit Sulawesi Barat
Istilah dewata merupakan istilah yang sangat
familiar dalam keseharian masyarakat indonesia. Bahkan di luar negeri, nama
pulau dewata lebih ranum dibanding ibu kandungnnya Indonesia. Dewa dalam segala
rupa, dewa dalam media mahluk bahkan kediaman dewa pada tempat
tertentu. Meskipun memiliki domain yang sama, namun antara bilik masyarakat
yang berada di timur dan di barat masih terdapat keragaman dalam memahami dan menempatkan
posisi dewa. Selain burung cendrawasih, diantara sekian mahluk mitology yang
pernah bersarang dalam lembaran sejarah,
terdapat juga spesies burung dengan posisi istimewa yang mampu membuat tergiur manusia
yakni manuq-manuq dewata (walet).
Sepanjang
jalan trans Sulawesi tepatnya di pasa Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, ditengah aktifitas masyarakat dipagi
hari, disaat itu pula akan tampak di garis langit aktifitas hiruk pikuk mahluk
lain. Puluhan bahkan ratusan burung walet (dewata) dengan aktifitas
kesehariannya beterbangan di udara. Terbang membentang langit dan pulang ke
peraduan di senja hari. Namun sebuah etape kehidupan lain terjadi disana. Sebuah
Bangunan dengan gaya futuristik merupakan rumah bagi ratusan walet. Bangunan
tersebut telah beralih fungsi dari tiang beton tempat manusia beraktifitas,
kini menjadi hutan tanpa daun dan tentunya tanpa desir sungai tempat kediaman
burung walet melewati hari-harinya.
Jika dilihat dari berbagai sudut maka tempat tersebut
boleh jadi menjadi tempat yang bernilai komersial, observasi, penelitian
pendidikan, hunting foto bahkan destinasi baru dalam memperkenalkan keaneka
ragamana hayati di Sulawesi Barat.
Saat ini keberadaan rumah di wilayah tersebut bagi walet masih dalam
toleransi, mengingat jumlah bangunan masih sedikit dan dampak negatif dari
keberadaaan burung walet tersebut seperti suara yang bising atau riwayat penyebaran
penyakit seperti virus atau laiinya juga belum ada terdeteksi.
Sampai nanti, dia tidak akan pernah tahu...bagaimana
awal kedatangannya dan bagaimana burung karang ini betah tinggal bersama
saudara kosmiknya, manusia ?? dan mungkin manuq-manuq dewata memang tidak perlu
tahu..



