Senin, 13 Juli 2015



"Walet"  Manuq-manuq dewata

di kolong langit  Sulawesi Barat 




Istilah dewata merupakan istilah yang sangat familiar dalam keseharian masyarakat indonesia. Bahkan di luar negeri, nama pulau dewata lebih ranum dibanding ibu kandungnnya Indonesia. Dewa dalam segala rupa, dewa  dalam  media mahluk bahkan kediaman dewa pada tempat tertentu. Meskipun memiliki domain yang sama, namun antara bilik masyarakat yang berada di timur dan di barat masih terdapat keragaman dalam memahami dan menempatkan posisi dewa. Selain burung cendrawasih, diantara sekian mahluk mitology yang pernah  bersarang dalam lembaran sejarah, terdapat juga spesies burung dengan posisi istimewa yang mampu membuat tergiur manusia yakni manuq-manuq dewata (walet).



Sepanjang jalan trans Sulawesi tepatnya di pasa Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, ditengah aktifitas masyarakat dipagi hari, disaat itu pula akan tampak di garis langit aktifitas hiruk pikuk mahluk lain. Puluhan bahkan ratusan burung walet (dewata) dengan aktifitas kesehariannya beterbangan di udara. Terbang membentang langit dan pulang ke peraduan di senja hari. Namun sebuah etape kehidupan lain terjadi disana. Sebuah Bangunan dengan gaya futuristik merupakan rumah bagi ratusan walet. Bangunan tersebut telah beralih fungsi dari tiang beton tempat manusia beraktifitas, kini menjadi hutan tanpa daun dan tentunya tanpa desir sungai tempat kediaman burung walet melewati hari-harinya. 


Jika dilihat dari berbagai sudut maka tempat tersebut boleh jadi menjadi tempat yang bernilai komersial, observasi, penelitian pendidikan, hunting foto bahkan destinasi baru dalam memperkenalkan keaneka ragamana hayati di Sulawesi Barat.
Saat ini keberadaan rumah di wilayah tersebut bagi walet masih dalam toleransi, mengingat jumlah bangunan masih sedikit dan dampak negatif dari keberadaaan burung walet tersebut seperti suara yang bising atau riwayat penyebaran penyakit seperti virus atau laiinya juga belum ada terdeteksi.


Sampai nanti, dia tidak akan pernah tahu...bagaimana awal kedatangannya dan bagaimana burung karang ini betah tinggal bersama saudara kosmiknya, manusia ?? dan mungkin manuq-manuq dewata memang tidak perlu tahu..